Perkembangan teknologi memang tak pandang bulu. Siapa tak mengikuti niscaya akan tertinggal jauh di belakang. Inilah yang nyaris terjadi pada Anne Avantie, perancang kebaya tersohor Tanah Air yang karyanya sudah mendunia. Selama 28 tahun perjalanan kariernya, wanita yang akrab dipanggil Bunda Anne ini menjalankan bisnis modenya dengan cara konvensional. Kebaya rancangannya hanya dipajang di toko atau dijual melalui  mulut ke mulut.

Namun, perkembangan dunia digital yang semakin pesat tak mungkin Anne abaikan begitu saja. Ia mengakui dirinya sangat gagap teknologi, ia bahkan harus dibantu stafnya untuk mengoperasikan ponsel pintar atau media sosial. Anne merasa sangat asing dengan Internet.


Kendati punya keterbatasan dalam mengikuti perkembangan teknologi di era digital dan cara mengoperasikannya, Anne paham teknologi akan berperan penting dalam mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Mau tak mau, wanita kelahiran Semarang ini harus berubah mengikuti perkembangan teknologi, salah satunya dengan menggeluti e-commerce.

Mengingat nama besar Anne Avantie di industri mode Indonesia, desainer kawakan ini pun berinisiatif menggunakan namanya sebagai sebuah marketplace. Situs AnneAvantieMall.com menaungi UKM-UKM binaan Anne dari berbagai daerah di Indonesia. E-commerce ini menjual produknya dengan harga lebih terjangkau, mulai dari seratus ribu hingga jutaan rupiah. Produk-produk yang dijual terdiri dari batik, aksesori, hingga kerajinan tangan yang kualitasnya diawasi Anne sendiri.

Menurutnya, marketplace ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan barang-barang hasil UKM Indonesia. Para pelaku UKM sering mengeluhkan sulitnya menjual produk dan tidak memiliki cukup modal untuk ikut pameran atau membuka gerai. Menurut Anne, ketika kariernya berkibar, dia juga harus dapat mengangkat orang lain. E-commerce ini diharapkan bisa memperbaiki kesejahteraan hidup orang lain.

Transformasi bisnis dari cara konvensional menjadi digital juga mendekatkan Anne ke pasar kelas menengah. Selama ini, mayoritas orang mengenal produk Anne Avantie sebagai kebaya premium yang mahal dan hanya bisa dipakai oleh kalangan selebritas. Padahal menurut Anne, ia tidak hanya ingin dikenal sebatas itu.

Ia ingin Anne Avantie menjadi merek yang merangkul kelas atas sekaligus dekat dengan kalangan menengah dan bawah. Anne berprinsip kebanggaan mengenakan kebayanya bisa dinikmati semua kalangan.

Bersama tim yang terdiri dari 10 orang, ia mulai mencari UKM-UKM yang ingin bergabung dengan marketplace bertema warisan budaya Indonesia. Anneavantiemall.com menjual batik, fashion etnik, handicraft, gamelan, angklung, dan makanan khas Indonesia. Hingga saat ini sudah ada puluhan UKM yang bergabung. Langkah Anne ini mendapatkan apresiasi dari tim ahli Menteri Koordinator Perekonomian. Anne dinilai sebagai panutan dengan visi jangka panjang yang jelas dan selalu berkomitmen mengembangkan karya-karya Indonesia, sehingga mampu memicu UKM-UKM lain.

E-commerce ini juga menjadi wadah untuk melindungi UKM-UKM Indonesia. Menurut Anne, kebanyakan UKM di Indonesia memberikan harga terlalu murah dan kurang memperhatikan detail serta kehalusan produk. Agar bisa bersaing dan tetap eksis, ia ingin produk UKM yang dijual memiliki kualitas bagus. Oleh karena itu, setelah mendaftar, UKM-UKM ini akan mendapatkan pelatihan dan lokakarya khusus.

Setiap produk UKM yang masuk diseleksi langsung oleh Anne dan timnya. Mereka juga menggunakan merek mereka sendiri agar makin dikenal. Tim Anne Avantie hanya membantu proses foto dan kurasi produk. Ke depannya para pelaku UKM ini diharapkan bisa selalu menghasilkan produk-produk berkualitas.