Erix Soekamti, bassist sekaligus personel Endank Soekamti, sejak lama punya hasrat terpendam untuk membangun sekolah gratis bagi generasi penerus bangsa. Ia ingin membantu anak-anak bangsa lebih percaya diri, meringankan beban belajar mereka dan melatih mereka bekerja agar dapat meraih mimpi mereka.

Lantas, apa yang mendorong pemilik nama lengkap Erick Christianto untuk membangun Does University? “Semua bermula dari dendam pada masa lalu. Waktu SMA, saya sekolah musik. Awalnya ingin jadi basis. Saat tes masuk, saya malah disuruh belajar terompet. Alasannya jelas, karena pemain terompet masih sedikit dan peluang untuk meraih sukses besar. Secara logika hal itu benar. Sayangnya, sang guru lupa menanyakan apakah saya suka terompet atau tidak. Dan ibarat ‘bom waktu’, belajar tapi tidak disukai, akhirnya saya keluar dari sekolah musik,” curhat pria 34 tahun ini.

Belajar dari pengalaman pribadinya, Erix berupaya membangun sekolah tempat siswanya bebas belajar apa yang mereka inginkan. Diawali dengan program Diary of Erix Soekamti (DOES) yang tayang di YouTube, berisi konten apa saja yang menarik untuk dibahas guna mempererat para penggemar Endank Soekamti atau kerap disebut Kamtis Family.
Dengan jumlah penggemar cukup banyak tergabung dalam Kamtis Family, Erix berpikir bagaimana komunitas ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dari situlah dicetus sekolah bakat gratis, DOES University, yang merupakan lembaga pendidikan nonformal serta tidak berkurikulum baku.

Ditambahkan Erix, sekolah ini akan mengajarkan yang siswa suka, dan berprofesi sesuai minat siswa. Sekolah ini terbuka bagi siapa saja, syaratnya memiliki minat, bakat, dan harus direstui orangtua. Goalset yang dicapai menjadi inkubator dan serapan tenaga kerja.



Kontribusi Bagi Lingkungan
DOES University beroperasi pertama kali pada 15 Desember 2015 silam. Awalnya baru ada dua jurusan, animasi dan programmer. “Kita mencoba setting dua jurusan untuk memenuhi kebutuhan industri yang ada. Pasalnya, animasi sedang ‘seksi-seksinya’. Jadi, Does University menyiapkan tenaga kerjanya. Dengan begitu, kita siapkan animator andal yang siap langsung kerja,” bangga Erix.

Tak sia-sia jerih payah Erix bersama tim. Sepuluh siswa Does University generasi pertama telah berkolaborasi dengan Endank Soekamti untuk membuat video klip “Paman Datang” ciptaan A.T Mahmud dalam format animasi 3D dengan menampilkan karakter Super USA. Kemasan animasi ini melestarikan lagu anak zaman dahulu sekaligus memopulerkannya kembali.

Di semester dua, kesepuluh siswa tadi berkewajiban membagi ilmu pada adik-adik kelas mereka dari generasi kedua, serta dituntut untuk melahirkan karya animasi 3D dalam rangka mempraktikkan pengetahuan yang telah diterimanya.
Hingga saat ini, DOES University telah memiliki total 50 siswa. Angkatan pertama sudah lulus dan ada yang sudah bekerja di Studio Framework, Surabaya. Artinya, sekolah ini telah mampu menciptakan bibit-bibit unggul yang siap langsung bekerja.


Erix masih berhasrat untuk memperjuangkan DOES University. “Saat ini memang belum semua jurusan ter-cover. Lagi-lagi kendala fasilitas, tempat, dan dana. Inovasi berikutnya, mencoba membuat usaha di kampus-kampus. Kita berusaha berkolaborasi dengan industri lain, seperti sepatu, kacamata kayu, dan lainnya dengan brand DOES,” cuap pria murah senyum ini.

Meski pendanaan menjadi tantangan, tetapi DOES University masih berdiri, sebisa mungkin mandiri. Mulai tahun ini, DOES University akan membuat konten menarik agar bisa mendapatkan dana. Dana tersebut ditujukan untuk membuka jurusan lain dalam sekolah ini. “Kalau ada yang mau membantu, ya alhamdulillah,” terangnya.


Hasrat Erix untuk terus berkontribusi bagi Indonesia sangat tinggi. Dan menurutnya, bentuk kontribusi itu tidak perlu muluk-muluk. Minimal untuk komunitas, lingkungan atau kota, terakhir untuk negara.

“Dari yang sudah kita lakukan, Endank Soekamti atau DOES University ingin menjadi trigger bagi teman-teman agar mereka yang melihat kita mendapatkan efek positif. Setidaknya, inilah langkah penggerak untuk mandiri dalam bekerja, merdeka dalam berkarya, dan berkontribusi bagi negara. Semoga dengan Does University, anak-anak terbantu untuk semakin percaya diri dan meringankan mereka untuk belajar, bekerja, dan mengejar mimpi,” tutup Erix.