Salah jurusan bukanlah akhir dari segalanya, justru menjadi awal seorang Gloria Morgen untuk menghasilkan sebuah karya sekaligus mencari passion dalam dirinya. Ketika itu dia sering menceritakan pengalamannya tersebut pada teman-temannya.

"Saya memberitahu mereka cara-cara untuk membuat perbedaan selama kuliah dengan mulai mencari passion kita, aktif berorganisasi, aktif kegiatan sosial, dan lain-lain. Teman-teman saya pun mengalami perubahan setelah mendengar cerita saya," ujar penulis buku Untold Stories of College Life (2015).

Tak puas membagikan pengalaman hanya untuk teman-temannya saja, cewek kelahiran 1991 ini mulai berpikir untuk bisa berbagi dengan sebanyak mungkin orang. Karena pada saat itu media sosial belum seperti sekarang ini, cara yang terpikirkan olehnya ialah menyebarkan pengalamannya melalui buku.

"Jadi sekalipun mereka tidak mengenal saya, mereka tetap bisa mendapatkan pembelajarannya. Inilah titik awal saya mulai bertransformasi menjadi penulis," kisahnya.


Self development Genre


Akhirnya di tahun 2016 sebuah buku berjudul Unstoppable Hopes ia luncurkan. Buku keduanya yang ditulis dalam waktu hanya tiga hari ini ia persembahkan secara khusus bagi para mahasiswa yang salah jurusan di kuliahnya. Di dalam buku ini ia menuliskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengetahui passion dan cara-cara mengembangkannya.

Gloria juga membahas pendewasaan cara berpikir dan bersikap di tengah masyarakat, serta mengajak pembaca untuk terus berani bermimpi besar, berkarya, berprestasi, dan berkontribusi.

"Saya memang sengaja memilih genre tulisan terkait self development. Dari kelas 5 SD saya sudah suka sekali membaca buku non-fiksi self development. Pengalaman membaca inilah yang membuat saya begitu ingin menulis buku bergenre serupa," ungkap sosok yang terpilih menjadi delegasi Indonesia di Young South East Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Amerika pada Maret-April 2017.

Tak heran di buku terbarunya ia memuat tulisan bertema Extrovert dan Introvert. Ia membuat dua buku berseri dengan sang kakak, Victor Hugo W. yang berjudul #UncoverExtrovertIntrovert: Jangan Bilang Kamu Enggak Bakalan Sukses Bergaul dan Jangan Bilang Kamu Enggak Bakalan Sukses Berkarier. Ia membahas perbedaan extrovert dan introvert dalam bergaul, mitos tentang extrovert dan introvert, 50 kegiatan menarik yang patut dicoba oleh para pribadi extrovert dan introvert, serta cara meningkatkan kualitas dan contoh-contoh orang extrovert dan introvert yang sukses bergaul.

Menulis buku dengan genre self development membuat Gloria banyak mengenal orang baru, terutama pembacanya yang karena membaca bukunya bisa mengubah cara pandang mereka.

"Yang paling menyenangkan adalah ketika para pembaca menghubungi melalui email ataupun sosial media, kemudian berterima kasih atas karya saya, serta baaimana cara pandang mereka terhadap sesuatu menjadi berubah. Saya merasa banyak mendapat energi dari para pembaca saya," cerita cewek yang tercatat sebagai Top 32 anak muda yang menginpirasi versi United Nations Population Fund (UNFPA) tahun 2015.

Belajar dari pengalamannya, Gloria ingin orang-orang yang punya niat menjadi penulis bisa  mengembangkannya menjadi buku. Tak lupa dia bagikan juga kiat-kiatnya seperti yang biasa ia lakukan.

"Buatlah kerangka menulis sedetail mungkin, maka proses penulisan menjadi sangat sederhana. Banyaklah membaca, karena menulis itu adalah bentuk lain dari membaca. Mulailah bergaul dengan para penulis dan ikutilah komunitas-komunitas penulis atau pelatihan menulis," tutupnya, bersemangat.