Tak seorang pun di belahan bumi ini yang mampu terhindar dari perubahan. Baik perubahan secara fisik, usia, zaman hingga perkara yang terkecil dan sederhana pun ikut berevolusi mengikuti perubahan waktu.

Apa makna perubahan? Perubahan merupakan pengembangan dari kata dasar ‘ubah’ yang bermakna menjadi lain (berbeda) dari semula. Perubahan kerap menuntut pengorbanan, baik pengorbanan waktu, tenaga, harta, atau kreativitas. Meski demikian, sebagian orang menganggap perubahan adalah pertumbuhan, sebagian lagi malah menganggap perubahan adalah penderitaan.

Jika kacamata Anda melihat perubahan sebagai pertumbuhan positif meski pengorbanannya membutuhkan usaha lebih bahkan bisa membuat sedikit menderita, ingat saja pada hasil akhir perjalanan perubahan. Jika hasil yang dicapai sesuai impian, tentu akan membuat Anda tersenyum puas.

Sebagai ilustrasi, seekor ulat harus berjuang dalam wujud kepompong sebelum bertransformasi menjadi kupu-kupu yang indah. Contoh lain, kerang harus menahan sakit luar biasa demi menghasilkan mutiara yang cantik.


Makna Perubahan

Bicara tentang perubahan, setidaknya ada dua hal yang bisa ditelaah lebih dalam dari olahan katanya. Pertama, kata ‘perubahan’ itu sendiri. Perubahan yang dimaksud di sini adalah hasil akhir. Tidak dapat dimungkiri jika hasil akhir perubahan dapat dinilai positif oleh banyak orang, namun bisa juga dianggap negatif.

Contohnya lagi, jika perubahan itu membawa kemaslahatan bagi dirinya dan orang banyak, maka perubahan itu dinilai positif oleh banyak orang. Namun, tidak mustahil bahwa sebenarnya hal itu bukan positif melainkan berdampak negatif di waktu yang akan datang.

Misalnya, seorang pemimpin perusahaan memberlakukan kebijakan yang otoriter. Bisa jadi awalnya membawa dampak positif bagi karyawan. Tapi lama-kelamaan, karyawan menganggapnya sebagai hal negatif lantaran menghambat kreativitas untuk memajukan perusahaan.

Hal kedua dari makna kata ‘perubahan’ merujuk pada proses. Buah dari proses umumnya mengacu pada pencapaian. Misalnya, mengapa seseorang bisa mendapat gelar doktor atau sarjana? Karena orang tersebut belajar ilmu kedokteran dan kuliah. Maka, proses belajar itulah yang bisa disebut sebagai perubahan dalam hidupnya.

Sedari lahir hingga kini pun kita telah melewati berbagai perubahan. Saat usia batita kita diajari orangtua kita untuk bicara dan berjalan, selanjutnya mulai masuk sekolah hingga akhirnya bekerja atau menjadi wirausaha. Setelah karier terpenuhi, lalu menikah dan punya anak. Saat menjadi orangtua, kita akan memperlakukan anak dengan baik hingga akhirnya mampu membuat perubahan yang lebih baik untuk masa depannya.

Itulah siklus kehidupan. Jangan takut akan perubahan, apalagi kita melakukan perubahan positif untuk diri sendiri, lingkungan, dan masyarakat luas. Jangan khawatir jika dalam proses perubahan terdapat rintangan dan hambatan. Tetap fokus pada hasil akhir dan tujuan Anda untuk berubah menjadi lebih baik. Itulah yang dapat memicu semangat Anda dalam menjalani perubahan. Mari kita raih dan wujudkan impian dan cita-cita.
#BanggaBerubah

*diolah dari berbagai sumber