Dahulu, perempuan kerap dianggap sebagai sosok di belakang laki-laki dan memiliki keterbatasan mengekspresikan diri. Kini, stigma tersebut sudah berubah 180 derajat. Perempuan kini kian mandiri. Tak sedikit perempuan sukses menjadi agen perubahan. Mereka berani melakukan perubahan tanpa memandang jabatan, profesi, maupun latar belakang pendidikan. Kita ambil satu contoh: Setiap kali melihat kemiskinan, kesengsaraan, dan kesewenangan, kaum perempuanlah yang cenderung lantang bersuara untuk menghadapinya. Perempuan memiliki kepedulian untuk melakukan perubahan, tanpa rasa takut akan kegagalan.

Setiap perempuan pada dasarnya memiliki kekuatan untuk membangun masa depan yang diinginkannya. Kekuatan itu melekat dalam diri setiap perempuan sejak lahir, disebut dengan karakter.

Karakter dapat menentukan masa depan seseorang. Sehebat apa pun seorang perempuan, jika karakternya buruk, maka akan buruk pula nasib dan pandangan orang lain terhadap dirinya. Sebaliknya, perempuan biasa dengan karakter baik akan menuai hasil baik pula.



Indonesia Teratas di Asia Pasifik
Yang membanggakan, survei global oleh Grant Thorton di tahun 2017 menyebutkan persentase jumlah pemimpin perempuan Indonesia menempati urutan teratas di Asia Pasifik dan nomor 2 di seluruh dunia. Persentase ini didapat dari data yang dikumpulkan dari 5.500 perusahaan di 36 negara.
Indonesia melesat dengan angka 46% untuk jenjang senior yang dijabat wanita. Angka ini meningkat dari data tahun lalu yang hanya 36%. Artinya, hampir 1 dari 2 bisnis di Indonesia dipimpin perempuan.

Saat ini, perempuan Indonesia telah bergerak dan berkiprah dalam segala bidang kehidupan dan berdiri sejajar, bahkan lebih maju dari kaum laki-laki. Tak tanggung-tanggung, peran dan sumbangsih mereka dalam memajukan bangsa sangat penting.

Di bidang politik, Indonesia pernah memiliki presiden perempuan, yaitu Megawati Soekarno Putri. Menteri perempuan pun sangat banyak dan tidak hanya mengurusi urusan perempuan saja. Banyak juga daerah yang dipimpin oleh perempuan, salah satunya Surabaya yang memiliki Tri Rismaharini sebagai wali kota. Ia bahkan diganjar penghargaan sebagai walikota terbaik ketiga di dunia oleh The World Mayor Prize (WMP) pada tahun 2014.

Di tingkat dunia, menteri keuangan kita, Sri Mulyani Indrawati, pernah menjabat pimpinan Bank Dunia.
Di bidang pendidikan pun sudah banyak perempuan Indonesia yang bergelar profesor dan doktor di segala bidang. Tak sedikit pula yang menjadi rektor atau menjabat sebagai dekan. Tak ketinggalan, wirausaha perempuan pun terus lahir dan membuktikan diri bahwa gender tak memengaruhi kesuksesan mereka. Dan masih banyak lagi kiprah perempuan Indonesia di sektor-sektor lain.



Yuk, Lakukan Perubahan
Kini, perspektif tentang sosok perempuan telah berubah. Perempuan terlihat semakin menarik dan menjadi pusat perhatian ketika mereka tampil mandiri, bertanggung jawab pada dirinya sendiri, menghormati dirinya sendiri, menghargai apa yang mereka cintai, berani membela apa yang diyakini, bisa menginspirasi perempuan lain, dan yang terpenting, menikmati apa pun pilihan hidupnya.

Kesempatan pun semakin terbuka lebar bagi perempuan untuk berkiprah dalam segala bidang kehidupan, tergantung kemampuan dan kemauan masing-masing individu saja.

Oleh karena itu, tak ada salahnya merenung sejenak untuk selanjutnya menentukan sikap. Tanyakan pada diri sendiri, ingin menjadi perempuan seperti apakah Anda? Tentu saja menjadi perempuan yang bisa melakukan perubahan dan bermanfaat bagi banyak orang, bukan?

Selamat melakukan perubahan!