Sudah setahun belakangan ini Rifal Jaelani hidup dengan membuat stiker untuk LINE. Kegiatan sebelumnya seperti menajadi illustrator lepas ia tinggalkan. Kini, semua waktunya tercurah untuk membuat stiker LINE.

LINE Creator telah memberinya ladang rezeki baru. Lewat beberapa stiker yang sudah dibuat, tiap bulan pria kelahiran Subang, Jawa Barat ini mendapatkan penghasilan besar dari aplikasi chat yang kini sudah menjadi sebuah smart portal ini.

Stiker karyanya yang dipajang di LINE Creator sudah diunduh ratusan ribu kali selama setahun belakangan ini.

Apa saja sih, stiker karya Rifal yang mampu menghidupinya? “Stiker pertama saya di LINE adalah Kedan Medan,” kata Rifal saat ditunjuk menjadi salah satu pembicara di seminar LINE CREATIVATE 2016 beberapa lalu. Rifal ditunjuk menjadi pembicara seminar karena ia salah satu creator yang sukses.

Kedan Medan lahir saat lagi tren stiker dialek lokal. “Karena saya besar di Medan maka saya bikin stiker ini.” Selama setahun Kedan Medan didownload sekitar 10.000 kali. Angka ini, sama seperti yang didapat oleh stiker Mang Odong. Bukan angka yang kecil sih.

Namun ada lagi stiker yang lebih sukses. Di atas Mang Odong dan Kedan Medan,ada stiker Preman Varokah dan Anak Gahol yang selama setahun masing-masing didownload hampir 50.000 kali. Wow!

“Tapi yang paling sukses adalah stiker Kekinian yang selama setahun ini didownload hampir 250.000 kali dan dibawahnya Anak Yimyam dengan jumlah download hampir 100 .000 kali.”

Keberhasilan ini yang menjadi pertimbangan Rifal memilih konsentrasi membuat stiker untuk LINE. Di seminar tersebut Rifal membuka total penghasilan yang didapat dari enam stiker kreasinya selama setahun. “Totalnya sekitar Rp 1,5 M.”

“Membuat stiker itu sekali untuk selamanya. Artinya sekali bikin uang akan terus mengalir selamanya,” kata Rifal yang menyebutkan stiker Kekinian pernah selama 3 bulan berturut-turut menjadi stiker nomor 1 di LINE Creator Stiker.

Selama seminar Rifal banyak diberondong pertanyaan para peserta yang penasaran dengan kesuksesannya. Mulai dari proses kreatif sampai untuk apa penghasilan besar yang didapat dari pembuatan stiker digital.

Bahkan ketika turun panggung, pemuda usia 23 tahun ini masih ditodong oleh pertanyaan tambahan dan sesi foto bareng.