Zaman berkembang sangat cepat. Perbedaan dan perubahan antara satu-dua dekade di masa lalu dengan masa kini sangat jauh mencolok, terutama yang terkait dengan teknologi. Pemerintah dan masyarakat dunia pun digiring untuk terus mengikuti perkembangan teknologi yang kini membuat hampir semua sendi kehidupan serba canggih dan praktis.
Selaras dengan perubahan dan guna memastikan langkah kita sejalan dengan yang lain, kita pun mau tak mau harus mengikuti perubahan tersebut.
Di antara perubahan dan perkembangan teknologi, salah satu yang tampaknya terus-menerus berkembang tanpa henti adalah teknologi komunikasi. Semua orang kini rasanya tidak mungkin tidak melengkapi dirinya dengan gawai komunikasi. Tidak sekadar untuk berkomunikasi, peralatan pintar ini dapat mendukung kelancaran kegiatan kita sehari-hari.
Meski tak sedikit yang masih enggan untuk memaksimalkan perangkat tersebut dan menggunakan fasilitas digitalnya, bukan berarti itu harus dihindari. Ke depannya semua segi kehidupan kita akan bersentuhan dengan gawai dan digital. Inilah beberapa alasan yang membuat kita perlu beralih ke gaya hidup digital.

Tempat mencari informasi
Banyak orang sudah memiliki ponsel, iPad, dan tablet. Tapi penggunaannya sebatas untuk berkirim pesan, berfoto, dan main game. Sesungguhnya kita bisa memanfaatkan lebih dari itu. Kita bisa mencari informasi apa pun dengan ponsel kita. Cukup mengetik satu kata yang dibutuhkan pada mesin pencari Google atau membuka Wikipedia untuk info singkat yang cukup bisa diandalkan.



Masyarakat nirkertas
Bukan rahasia lagi kalau penggunaan kertas sangat tidak ramah lingkungan. Kini dengan kehadiran e-book atau buku digital, tak hanya mengurangi penggunaan kertas, tetapi juga memudahkan kita karena tidak perlu membawa buku terlalu banyak. Cukup masukkan semua data ke iPad atau tablet.
Di masa depan, konsep masyarakat nirkertas akan semakin digalakkan. Sejumlah perusahaan dan pelayanan publik sudah menawarkan pengiriman tagihan lewat surel. Begitu juga dalam sistem transportasi, beli tiket pesawat, kereta api, dan bus sudah dengan sistem digital.

Konsep kota pintar
Sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya mulai mencanangkan konsep smart city atau kota pintar. Sejak tahun 2002, Surabaya sudah menerapkan konsep e-government di mana pengaturan pemerintahan diatur secara digital. Dengan cara ini, kerja lebih efektif dan gampang dipantau publik.
Jakarta sudah mulai menyosialisasikan Jakarta Smart City sejak tahun 2016. Warga Jakarta bisa dengan mudah mengakses aplikasi QLUE bila ingin melakukan pengaduan langsung kepada pemda. Nantinya juga akan ada sembilan kota besar lainnya yang dalam waktu dekat akan mengunakan konsep kota pintar ini. Jadi, memang sudah saatnya kita, sebagai warga Indonesia, mulai mengakrabi diri dengan dunia digital.

Memudahkan mobilisasi
Bukan zamannya lagi mengeluh tidak tahu jalan, apalagi kalau sudah memiliki ponsel pintar. Bagi para pemilik kendaraan pribadi, aplikasi WAZE dan Google Map sangat membantu untuk mencari jalan atau menghindari kemacetan.
Bagi pengguna transportasi umum, hidup kita dimudahkan dengan aplikasi ojek online. Tidak hanya itu, untuk membeli tiket pun tidak perlu lagi mengantre di loket. Kita sudah bisa beli langsung secara online.