Prinsipnya adalah dalam hidup ini kita akan selalu membutuhkan motivasi untuk mencapai yang kita inginkan dan dambakan. Bicara soal motivasi, pemicunya bisa berbagai macam. Ada yang bersemangat dan termotivasi karena harta, ada juga karena pujian dan rewards, namun tak sedikit yang melakukan sesuatu karena termotivasi oleh kebaikan dalam dirinya.

Biasanya orang yang termotivasi akan berusaha untuk terus melangkah bahkan ‘berlari kencang’ demi mimpi, harapan, dan cita-citanya. Meski untuk mewujudkannya, tak semua berjalan mulus sesuai keinginan, karena cobaan dan ujian bisa saja menghampiri. Jika kita memiliki sifat mudah menyerah, tak jarang cobaan itu menimbulkan hal-hal negatif seperti malas, sedih, takut, merasa gagal, hingga tidak sanggup melewati segala rintangan dan hambatan.

Di saat itulah kita membutuhkan sang Motivator dalam hidup kita. Selama ini kita mengenal berbagai motivator yang bisa menimbulkan semangat motivasi dalam diri melalui berbagai langkah, seperti media televisi, online, seminar hingga mengikuti pelatihan. Pertanyaannya berapa lama motivasinya akan timbul dalam diri kita? Apakah selamanya? Hanya sesaat bukan.

Misalnya, kita sedang galau dan gundah gulana karena cinta, tanpa sadar biasanya kita akan mencari motivasi dari berbagai “motivator” di sekeliling kita. Curhat kepada sahabat dan teman dengan harapan mendapatkan solusi, atau tak sedikit juga yang menumpahkan perasaannya di sosial media demi mencari perhatian dan empati dari teman-temannya.

Selesai curhat, biasanya ada perasaan lega. Tapi tentunya, sahabat dan teman kita tidak bisa selamanya hadir di samping kita. Ketika kita tak bersamanya, apakah motivasi itu tetap hidup? Kecenderungannya adalah meredup dan menghilang, membuat kita kembali dengan rasa was-was dan gelisah lagi.

Meski berbagai cara kita lakukan untuk mendapat motivasi dari sahabat dan teman, sesungguhnya itu tidak membuat hati kita benar-benar tenang. Justru malah membuat kita addicted untuk terus curhat ke mana-mana, tanpa benar-benar memperoleh solusi.

Lantas siapakah Motivator terbaik yang akan selalu memotivasi kita setiap saat? Pahamilah, jika kita hanya mengandalkan motivasi dari luar, sedangkan kita sendiri masih galau, itu hanya akan memotivasi kita beberapa saat saja. Namun jika motivasi itu benar-benar kita munculkan dalam diri sendiri, kapan pun kita sedih dan gundah, kita bisa memotivasi diri kita kapan pun kita mau.

Ingat, The Best Motivator is Yourself. Jadi, manfaatkan potensi yang ada dalam diri kita untuk selalu mampu menjawab setiap tantangan dan rintangan yang ada. Kita bisa saja berada pada posisi energi rendah, tidak bersemangat, kurang beruntung, hingga ‘jatuh’ dalam titik yang paling bawah. Solusinya, kita harus mampu mendisiplinkan pikiran, mengubah pola pikir ke arah positif dan sebaliknya menjauhkan pikiran dan tindakan negatif yang dapat merugikan, dengan harapan setiap masalah bisa kita hadapi secara bijak.

Sumber : Kompasiana.com