Mengatur keuangan pribadi sangat penting agar kita tahu ke mana larinya uang kita sehingga tidak habis sia-sia. Komitmen untuk disiplin dan teliti akan mempermudah pengaturan keuangan pribadi. Cerdas mengelola uang menghindarkan kita dari lilitan utang dan mencukupi kebutuhan. Berikut ini langkah sukses mengatur keuangan pribadi.

1.    Belanja sesuai kebutuhan, bukan sekedar keinginan. Pertimbangkan juga kualitas barang yang dibeli saat berbelanja. Barang berkualitas lebih awet sehingga menghemat pengeluaran ke depannya. Jangan pula lapar mata.

2.    Buat 2 rekening bank. Jika menerima gaji melalui bank, pisahkan rekening untuk menerima gaji dan rekening untuk menabung. Dengan demikian, kita tahu berapa jumlah uang yang kita simpan dan berapa yang keluar. Kita pun tidak seenaknya mengambil uang melalui ATM.

3.    Bayar utang tepat waktu. Jika punya kartu kredit, sebaiknya bayar tagihannya tepat waktu. Jangan sampai menunggak sehingga bunga semakin besar yang ujungnya membuat pengeluaran membengkak.

4.    Menentukan target menabung. Tentukan target jumlah uang yang ingin dikumpulkan sebelum menabung. Target ini mempermudah pengaturan jumlah uang yang harus ditabung setiap bulannya.

5.    Memilih tabungan dengan tepat. Setiap bank memberikan penawaran manfaat yang berbeda-beda. Cermatlah memilih tabungan. Jangan memilih bank yang mengenakan biaya administrasi tinggi setiap bulannya.

6.    Mencatat setiap pengeluaran. Jangan lupa untuk selalu mengecek pengeluaran bulanan. Catat seluruh transaksi terkait setiap terjadi pengeluaran untuk mengetahui dengan jelas penggunaan uang.

7.    Manfaatkan aplikasi. Manfaatkan kemajuan teknologi untuk memudahkan pengaturan uang. Gunakan aplikasi keuangan yang bisa membantu memonitor kondisi keuangan. Kita akan mendapat peringatan saat kondisi keuangan berada di bawah batas wajar.

8.    Menabung otomatis. Uang yang seharusnya ditabung kadang terlupa digunakan untuk keperluan lain. Untuk menghindari situasi seperti ini, manfaatkan fasilitas menabung otomatis yang ditawarkan oleh bank sehingga dana tabungan bisa dipotong secara otomatis dari pendapatan bulanan.

9.    Buat pos-pos pengeluaran. Alokasikan pemasukan bulanan ke pos pengeluaran. Berikut ini 6 pos pengeluaran yang sebaiknya diisi secara rutin setiap bulan:


Sedekah

Bersedekah tidak akan mengurangi harta, tapi membersihkan harta. Sisihkan 5% dari pemasukan per bulan untuk bersedekah ke orang-orang yang membutuhkan.

Dana darurat

Jangan sampai pengeluaran tak terduga membuat Anda kelimpungan. Sisihkan 10% dari pemasukan sebagai dana darurat untuk kondisi mendesak.

Kebutuhan rutin

Sisihkan 50% dari pemasukan untuk mencukupi kebutuhan rutin seperti sembako, pakaian, bayar listrik dan air, dan lain-lain. Cukup tidak cukup, dana tersebut harus dicukupkan.

Tabungan

Dana tabungan disisihkan sebesar 10% dari pemasukan untuk persiapan kebutuhan setahun yang telah direncanakan.

Investasi

Sisihkan 15% dari pemasukan untuk investasi, bisa berupa forex, properti, emas, saham, reksadana, atau lainnya. Dana investasi bisa digunakan untuk menyiasati mahalnya biaya pendidikan anak.

Biaya senang-senang

Biaya senang-senang perlu disiapkan untuk melepaskan stres. Menyisihkan dana 10% dari pemasukan untuk membahagiakan diri jauh lebih murah dibanding biaya rumah sakit untuk pengobatan penyakit serius akibat stres.