Masih hangat dalam ingatan kita film Galih dan Ratna yang rilis bulan Maret 2017, remake dari film Gita Cinta di SMA (1979). Pada tahun 2016 dua film remake Indonesia telah rilis, Ini Kisah Tiga Dara yang terinspirasi dari film legendaris Tiga Dara (1957) karya Usmar Ismail dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1. Remake film terakhir ini bahkan berhasil menarik 6,5 juta penonton dalam waktu 22 hari saja!

Mengapa remake menjadi favorit pembuat film? Salah satu alasannya nostalgia. Mereka menjual nostalgia kepada generasi lama sekaligus menawarkan sesuatu yang sebelumnya hanya didengar kepada generasi muda. Bagaimanapun, butuh keberanian besar untuk me-remake film karena tidak bisa sepenuhnya bergantung pada nostalgia.



Pemain Lama
Mengolah produk lama menjadi sesuatu yang baru dan disukai publik butuh kreativitas tinggi. Salah satu caranya adalah mengajak pemain lama bergabung dalam produksi. Mereka dimunculkan baik sebagai tokoh penting dalam film atau sekadar cameo, sebuah nostalgia singkat bagi para penggemar lama film legendaris tersebut.

Diolah Menjadi Kekinian
Satu hal yang pasti, pembuat film remake tetap berpijak pada masa sekarang. Alur cerita atau bahkan karakter sedikit diubah agar lebih kekinian karena bagaimanapun penonton generasi sekarang tentu tidak merasakan era ketika film pertama dibuat. Inilah yang dilakukan Nia Dinata saat membuat film Ini Kisah Tiga Dara. Salah satu hal penting yang diubah sutradara wanita andal ini adalah karakter tiga tokoh utamanya.
“Di film lama, kita nggak pernah tahu mereka sekolah di mana. They are so domesticated, sementara perempuan zaman sekarang nggak bisa banget didomestikin. Makanya di sini diceritakan mereka running family hotel,” ungkap Nia Dinata..



Gabungkan Beberapa Cerita
Proses kreatif film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 pun cukup unik. Dibandingkan jalan cerita, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1 lebih fokus pada tiga karakter ikonik film ini: Dono, Indro, dan Kasino. Dari segi cerita, mereka mengolah beberapa cerita Warkop DKI yang sudah pernah tayang, yaitu Chips, IQ Jongkok, dan Setan Kredit

Soundtrack Cantik
Soundtrack tak luput jadi sumber kreativitas pe-remake film. Film Galih dan Ratna contohnya. Gita Cinta dari SMA memiliki banyak lagu terkenal yang dinyanyikan oleh almarhum Chrisye. Dalam film Galih dan Ratna, ditampilkan dua lagu terkenalnya, Gita Cinta yang dinyanyikan ulang oleh Sheryl Sheinafia dan Galih dan Ratna oleh GAC.
Dalam film ini dimunculkan pula kaset dan radio tape. Kehadirannya cukup menjembatani generasi lama untuk bernostalgia dan membuat generasi baru yang lebih terbiasa dengan MP3 dan Apple Music belajar sesuatu yang baru.

Pada akhirnya, tidak semua remake film Indonesia berhasil menyamai kesuksesan film aslinya. Namun paling tidak, pembuat film Indonesia sudah berani melakukan transformasi, mengolah ulang sesuatu yang sudah ada menjadi komoditi gres.