Belajar dari pengalamannya sendiri menjalani hidup sehat dan jarang sakit setelah menjadi vegetarian, Helga bercita-cita memiliki restoran yang menyediakan makanan sehat dan ramah lingkungan.
Helga Angelina, perempuan kelahiran 2 Desember 1990 ini bercerita sebelum menjadi vegetarian dia sering sakit. Ketika baru berumur 15 tahun, dia mengalami infeksi ginjal dan masalah liver. Ia percaya kondisi ini merupakan efek samping obat kimia yang sering dikonsumsinya karena pernah menderita alergi seperti asma, sinusitis, dan insomnia.
Dari situ, dia mulai mencari penyembuhan alternatif. "Saya mengganti pola makan menjadi whole food plant-based diet dengan bahan makanan alami tanpa gula putih, MSG, dan processed food. Dan beralih ke natural healing seperti akupunktur dan TAT (Tapas acupressure technique)," jelas Helga.
Kebetulan Helga bertemu dengan suaminya, Max Mandias, yang memiliki visi sama soal makanan sehat. Semasa kuliah di Australia suaminya bahkan pernah menjadi relawan dan bekerja di restoran raw food. Max merasa filosofi raw food yaitu food is medicide, compassion toward all living being, dan sustainability sesuai dengan panggilan jiwanya.
Seiring waktu berjalan keduanya berpikir untuk menularkan pola hidup sehat ini kepada masyarakat. Dikatakannya, setelah berdiskusi dengan selama beberapa bulan, akhirnya mereka berdua memutuskan keluar dari pekerjaan mereka di Amsterdam dan pulang ke Indonesia untuk membuka Burgreeen.
Burgreen, Burger Sehat
Di Indonesia Helga mendapat dukungan penuh dari Banyubening, teman SMA-nya sekaligus pemilik Songolas, area hijau di Rempoa. "Kita kepikiran ingin membuat makanan sehat yang konsepnya fast food jadi menunya bisa diterima masyarakat umum yang belum tentu makan sehat. Dari situ kepikiran burger greens healthy fast food," jelas Helga soal ide awal Burgreen.
Nama Burgreen adalah gabungan dari kata Burger dan Green. Ketika pertama kali dibuka, restoran ini memfokuskan pada veggie burger, salad, dan smoothies. Green berarti dalam pembuatannya menggunakan bahan baku sayuran organik.
Awalnya mereka juga sering kesulitan mendapatkan bahan baku organik. Akhirnya dengan sedikit pencarian dan menjalin hubungan baik dengan penyuplai, masalah ini dapat diatasi. Helga juga mencoba menggunakan produk lokal, antara lain dari perkebunan organik di Cipanas Jawa Barat dan Organic Club.
Kini Burgreen sudah memiliki tiga cabang yaitu di Rempoa, Tebet, dan Pacific Place. Awalnya menunya hanya 10 macam makanan dan minuman, sekarang sudah bertambah menjadi 50. Beberapa menu di antaranya Veggo Skewers, Mushroom Nugget Skewers, Sweet Potato Chips, Burgreens Bowl, Double Caspian Mungbean Burgreen, Raw Mushroom Noodle, Brugreens Matah Salad, Burgreens Steak.
Mulai tahun 2015 Burgreen juga menyediakan katering makan sehat untuk dikirim ke seluruh Jakarta. Tidak hanya menyediakan makanan, katering Helga juga mengajak orang hidup sehat secara holistik. Sejak Agustus 2015 mereka bekerja sama dengan Reza Gunawan, praktisi kesehatan holistik. Konsumen yang membeli katering bisa sekaligus mengikuti self healing workshop dan one on one session di klinik Reza Gunawan.
Hidup Sehat, Makanan Sehat
Helga tidak memiliki latar belakang kuliner. Latar belakang pendidikannya adalah Bachelor of Communication di Hogeschool van Arnhem en Nijmengen (2013) lulus dengan predikat cum laude dan University of North Carolina Wilmington (2011) dengan predikat summa cum laude.