Ada kisah perjalanan menarik di balik kesuksesan Bridestory yang digagas Kevin Mintaraga. Kevin, sapaan akrabnya, memang baru berusia 32 tahun. Namun, di usia itu Kevin memiliki visi dan misi membantu calon pengantin mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna hingga duduk di singgasana pelaminan.

“Ide awal membangun Bridestory bermula ketika saya mempersiapkan pernikahan tahun 2012. Saat itu, saya bersama istri, Nastassya Saputra, mengalami kesulitan menemukan vendor pernikahan yang tepat,” cerita Kevin.

Hal inilah yang membuat Kevin melihat industri pernikahan memiliki banyak potensi besar. Menariknya lagi, inspirasi membuat platform pernikahan berskala global terinspirasi oleh sang istri yang berprofesi sebagai wedding stylist. Dua hal tersebut memantapkan hati Kevin untuk membuat Bridestory.com.

Diungkapkannya, platform ini bertujuan menginsipirasi serta membantu calon pengantin mempersiapkan hari bahagianya dengan mempertemukan mereka dengan vendor pernikahan dari berbagai kategori di seluruh dunia.

Pada awalnya, tidak mudah meyakinkan para vendor untuk bergabung di Bridestory mengingat platform masih sangat baru pada masa itu, ditambah dengan latar belakang Kevin yang bukan dari industri tersebut. Untungnya, Bridestory merupakan platform berbasis teknologi, format itu cukup menjual.


Ekspansi
Di Bridestory.com calon pengantin dapat menemukan jutaan inspirasi dari berbagai kategori lengkap dengan informasi dari vendor tentang produk dan karyanya, seperti portfolio, harga, dan ulasan. Dengan demikian, calon pengantin dapat menemukan vendor pernikahan yang tepat untuk mewujudkan pernikahan impiannya.

Tak pernah disangka, hingga saat ini, Bridestory.com sudah memiliki lebih dari 30.000 vendor pernikahan dari berbagai kategori dan negara. Platform Bridestory sendiri sudah menjangkau lebih dari 10 juta pasangan pengantin di seluruh dunia.


Di tahun 2015 Bridestory bahkan melakukan ekspansi ke Singapura dan Filipina untuk membantu lebih banyak lagi para calon pengantin. Mereka menggandeng berbagai vendor ternama dari kedua negara tersebut untuk bergabung di platform Bridestory.com, seperti Vera Wang, Kartoe, The Wedding Atelier dari Singapura, serta Rita Neri, Tedi Manuel, Shangri-La Hotel dari Filipina.

Bukan itu saja, terjalin juga kerja sama dengan mitra lainnya seperti Wardah, Uber Indonesia, Samsung, BMW Indonesia, dan MediaCorp Singapura.
“Kami berharap dapat mewujudkan lebih banyak lagi pernikahan impian para calon pengantin, sesuai misi Bridestory – Making Dream Weddings Possible. Di sisi lain, kami tidak hanya ingin menciptakan hari pernikahan yang tak terlupakan, namun juga mewujudkan kehidupan setelah pernikahan yang bahagia melalui tip dan konten inspiratif yang kami hadirkan. Ini diharapkan dapat membantu mereka untuk saling mengerti satu sama lain dan memperkuat hubungan mereka,” harap Kevin.