Kuliner dan menyambangi lokasi wisata. Dua hal itu pasti jadi destinasi utama ketika kita traveling. Tapi, pernah nggak kepikiran buat traveling sambil jadi guru? Jadi, kita tetep bisa seneng-seneng tapi juga bagi-bagi ilmu seperti yang dilakukan oleh Komunitas 1000 Guru. Jangan bayangkan kalo Komunitas 1000 Guru ini isinya para guru dan orang-orang tua. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak muda, sampai dokter dan tentara juga ada.
"Kita ngajak untuk kegiatan traveling and fun teaching. Buat pesertanya belum pernah merasakan seperti ini. Mungkin selama ini mereka suka mengeluh, tapi melihat kondisi di sini, ada peserta yang ngaku kalo Komunitas 1000 guru ini mengubah tabiat mereka, jadi lebih bersyukur," ungkap Jemi Ngadiono, yang membangun komunitas ini sejak 2015 silam.
Program peduli pendidikan ini membantu kurang lebih 1000 anak di 10 sekolah dasar, untuk meneruskan sekolah ke jenjang berikutnya, termasuk di pedalaman Nusa Tenggara Timur, melalui program Smart Center Project yang dikelola oleh Komunitas 1000 Guru. Program Smart Center adalah program komunitas 1000 Guru yang meliputi kegiatan pengentasan buta huruf pada murid-murid sekolah dasar, meningkatkan kompetensi guru, serta pemberian makanan bergizi yang bertujuan melengkapi nutrisi yang diperlukan oleh anak-anak tersebut.
Lokasi yang disambangi bukanlah sekolah di kota besar, melainkan di pelosok yang jauh dari jangkauan listrik bahkan sinyal. Komunitas 1000 Guru datang ke SDN Kofi yang terletak di Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang. Sebuah bangunan beratapkan rumbia dan beralaskan tanah jadi pemandangan pertama yang dilihat waktu itu. Ya, bangunan inilah yang menjadi tempat adik-adik kita mengenyam pendidikan.
"Ya, kalo hujan pasti ada beberapa sisi yang bocor. Kalo sudah begitu biasanya anak-anak menepi dan cari lokasi yang tidak ada tetesan air hujan," kata Nikodemus Paut, Kepala Sekolah SDN Kofi.
Namun, kondisi tersebut tak mengurungkan niat mereka untuk bolos sekolah. Semangat adik-adik inilah yang membuat Komunitas 1000 Guru ini makin makin berapi-api untuk mendampingi mereka belajar.
Seperti tujuannya, Komunitas 1000 Guru ini nggak hanya berbagi ilmu. Komunitas 1000 Guru juga memberikan makanan yang lebih baik, sehingga mereka dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar.
"Setiap Senin anak-anak diberi makan gratis bubur kacang hijau. Selasa diberi telur, Rabu diberi kue dan Kamis diberi susu," tegas Nikodemus, lagi.
Perjalanan dilanjutkan ke SD GMIT Boti. Boti ini merupakan medan yang terberat di NTT, kalo ke sini nggak bisa naik motor kalo hujan, tapi harus naik mobil 4WD. Ya, nggak heran, karena harus melewati medan yang luar biasa terjal dan berbatu. Kurang lebih 1,5 jam perjalanan menuju tempat ini dari Oeleu Utara, dengan menggunakan motor.
"Kenapa kita ke sini? Ini daerah terisolir. Kalo kita nggak ke sini, siapa lagi yang bakalan ke sini. Komunitas 1000 Guru adalah gerakan pertama yang membantu sekolah ini. Mereka hanya bisa mengandalkan jagung sebagai makanan pokok. Buat mereka, telor itu sebuah hal yang istimewa. Bahkan awalnya, makan telor dan kacang hijau itu muntah," tutup Jemi.
Ya, kalau bukan kita, siapa lagi?