Jangan kaget jika singgah atau sebatas melewati jalan protokol di Purwakarta dan melihat banyak poster di pinggir jalan memuat foto pelajar anak-anak tersenyum dikombinasikan dengan kalimat bernada baik yang menggambarkan tentang Purwakarta.
Itulah salah satu program pemerintah daerah Purwakarta untuk lebih dekat dengan warganya. Program ini tak hanya untuk membuat warga bahagia, lebih dari itu untuk membuat anak-anak termotivasi dan makin berprestasi. Sisi menariknya, program tersebut diapresiasi orang tua siswa-siswi yang langsung ingin mendaftarkan anaknya ke Dinas Pendidikan Purwakarta. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memang sengaja mengeluarkan kebijakan itu untuk memberi siswa sekolah ruang eksis di depan publik. Foto yang dipajang mulai dari SD hingga SMA. Total 183 poster terpampang di sepanjang Jalan Soedirman, dari kawasan kantor Dinas Kesehatan hingga Pemda Purwakarta. Rencananya akan ada penambahan lagi untuk lokasi lainnya.
Perbaikan Layanan Kependudukan
Tahun sebelumnya, kota Purwakarta resmi menerima penghargaan sebagai daerah yang telah bersertifikat ISO 9001:2008 dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi Purwakarta dalam bidang Kependudukan dan Catatan Sipil yang sukses menyelenggarakan program Gempungan.
Program ini diselenggarakan untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan dari pemerintah kabupaten tanpa perlu mengantre di ruangan pelayanan Disdukcapil, tetapi langsung di lapangan.
Dedi Mulyadi mengatakan penghargaan tersebut menjadi salah satu bukti atas kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purwakarta yang sejak tahun 2008 telah menyelenggarakan program Gempungan.
Penyelenggaraan program tersebut memperlihatkan komitmen Pemkab Purwakarta dalam pelayanan publik terutama dalam bidang kependudukan dan catatan sipil dalam hal pendataan penduduk. Ditambahkan Dedi, pelayanan ini sudah menjadi kewajiban negara dan pemerintah, sedangkan penghargaan hanyalah bonus dari komitmen dan kinerja Pemkab Purwakarta. 
Menarik Investor Asing
Perkembangan yang signifikan berdampak baik bagi Pemkab Purwakarta karena investor asing mulai melirik kota dengan luas sekitar 971 km2 atau sekitar 2,81% dari luas wilayah Provinsi Jawa Barat itu.
Purwakarta menarik bagi investor asing lantaran lokasi yang strategis, yakni diapit dua kota besar, Jakarta dan Bandung. Keunikan budaya masyarakat setempat serta infrastruktur yang memadai menambah minat investor untuk menanamkan modalnya di Purwakarta.
Ketertarikan investor asing dimulai dua tahun lalu ketika Straits Asset Group yang berkantor pusat di Thailand menandatangani MoU dalam rangka rencana pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.
Ke depannya, Purwakarta akan mengembangkan industri pariwisata berbasis alam dan keramahan masyarakat desa. Bupati Purwakarta beserta pemerintah kabupaten sedang berupaya menata lingkungan secara total. Bahkan, berbagai aktivitas masyarakat desa akan diupayakan berbasis cyber.
Wisata
Dari semua itu, apresiasi yang dapat dikatakan terbaik bagi Pemkab Purwakarta datang dari kebanyakan warga kabupaten atas penataan ulang tata ruang kota yang lebih indah. Misalnya, rancang ulang pusat kota: Taman Sri Baduga (Situ Buleud) yang dikemas apik dengan berbagai sarana seperti trek joging, air mancur, dan ornamen gapura Malati Sapasi, yang menjadi salah satu ruang publik paling diminati warga.
Apresiasi juga disampaikan atas usaha Pemkab Purwakarta mengelola objek wisata outdoor Gunung Parang di kawasan Desa Sukamulya, Kabupaten Purwakarta.
Gunung Parang disebut-sebut sebagai gunung batu andesit tertinggi di Indonesia dan diklaim sebagai tebing batu andesit tertinggi ke-2 di Asia. Dengan pesona yang dimilikinya, tak sedikit pemanjat tebing dari seluruh penjuru Indonesia dan mancanegara yang penasaran untuk mencobanya. Rock climbing, berkemah, berburu kuliner, atau sekadar menikmati pemandangan alam bisa dilakukan di ketinggian kurang lebih 1.000 meter dpl ini.