Dinner in The Sky (Jerman)


Mau bersantap sambil uji adrenalin? Di sini tempatnya. Restoran ini akan mengajak Anda makan dengan ketinggian 150 kaki atau sekitar 45 meter di atas permukaan tanah. Anda tidak perlu takut, meskipun tanpa pembatas, demi keamanan pengunjung, restoran ini sudah didukung dengan teknologi yang canggih. Namun, disarankan buat yang phobia sama ketinggian, jangan coba-coba makan di restoran ini.


Restoran yang terletak di Belgia, Jerman ini menyajikan makanan yang disajikan langsung dari oven di tengah meja. Di sana terdapat 22 kursi untuk tamu yang bisa bebas mereka pilih untuk menikmati pemandangan di sekelilingnya. dilengkapi juga dengan sebuah area untuk para dancer menari dan menghibur para tamu bersantap.

Restoran ini memang bukan menjual hidangan yang lezat, namun lebih menjual sensasi dan pengalaman bersantap di ketinggian untuk mewujudkan impian para konsumennya.  Mau mencobanya? Untuk sekali reservasi, konsumen harus membayar sebesar 11,400 dollar atau Rp 103.774.200,00 belum termasuk makanan. Dinner in The Sky milik Ghysels ini juga sudah dapat dinikmati di 30 negara termasuk Bali.




Ultraviolet (China)


Sebuah meja panjang, dilengkapi dengan permainan cahaya dan video di dinding sekitar meja, sambil ditemani iringan musik, serta aroma yang khas. Sekilas seperti itulah yang akan Anda rasakan ketika masuk ke dalam restoran Ultraviolet yang berada di Shanghai, China. Ya, pengunjung sudah bisa merasakan pengalaman unik saat pertama kali masuk. Restoran Ultraviolet ini berada di dalam bus, dengan kapasitas hingga 10 orang.


Paul Pairet, pria asal Prancis, sang pemilik restoran memang sengaja menambahkan sensor high-end ultraviolet atau teknologi multi-sensor canggih yang membuat pengunjung mendapati pengalaman menyantap berbeda yang mungkin tidak pernah dirasakan sebelumnya. Anda akan mendapat pengalaman makan malam disoroti cahaya ultraviolet.

Permainan video yang ditembakkan ke dinding pun berganti dalam hitungan detik, dari mulai ruang angkasa, lalu grafiti, hall berwarna putih terang, hingga grup musik the Beatles berlatar bendera Union Jack.


Total ada 22 jenis makanan, dan di setiap menunya akan diiringi dengan atmosfer yang berbeda-beda. Untuk mencicipi pengalaman di restorannya ini, Paul mematok harga sebesar Rp 13 juta. Harga yang fantastis untuk merasakan pengalaman menarik di dalamnya.


Tali Wiru (Australia)


Dinner under the stars. Begitulah sensasi yang dirasakan di sini. Bersantap malam di Tali Wiru, para tamu disuguhkan keindahan alam Uluru dan langit malam sambil ditemani bintang-bintang. Ketika matahari terbenam di Uluru-Kata Tjuta, Anda bisa menikmati empat hidangan yang disajikan di atas bukit pasir, lengkap dengan anggur. Chef di sini juga menyiapkan menu dengan aroma pribumi yang khas, seperti misalnya wagyu dengan thyme lokal, carpaccio kanguru berbalur wattleseed, barramundi bertabur lemon myrtle dan macadamia.


Rasakan juga momen alfresco dining experience di bawah langit gurun selatan Tali Wiru, sambil menikmati Australian Wine dan Canape’s termasuk tuna tartare dengan  finger-lime caviar di sekitar perapian. Jangan lewatkan juga pertunjukan tarian tradisional suku asli, didgeridoo serta dongeng suku pedalaman tentang budaya Aborigin.

FYI, restoran ini hanya mampu menampung 20 tamu, jadi perlu reservasi dulu sebelum datang ke sini. Untuk menikmati makan di atas gumuk pasir dan di bawah hamparan sejuta bintang ini Anda perlu menyiapkan budget 345 dollar per orang.



Ithaa Undersea Restaurant (Maldives)


Dibangun 15 kaki di bawah Samudra Hindia, Ithaa Undersea Restaurant adalah tempat pertama yang menawarkan fasilitas bersantap sambil memandangi ikan berenang, melihat indahnya terumbu karang sambil mendengar suara gemericik air laut dari balik kaca. Terletak Di Dhivehi, Maladewa,  restoran ini  merupakan bagian dari Hilton Maldives Resort and Spa.


Untuk masuk ke dalam restoran, pengunjung akan turun melalui tangga spiral di paviliun jerami di ujung dermaga.Kemudian akan memasuki gedung, yang memiliki atap melengkung seperti terowongan dari atas.

Santapan yang disajikan bercampur antara cita rasa Barat dan Asia. Soal harga makanan dibanderol mulai dari 120 dollar atau sekitar Rp 1,4 juta untuk makan siang bagi tamu hotel. Biaya yang dikeluarkan tentu tidak sedikit namun hal tersebut sebanding dengan kepuasan yang Anda dapatkan.


Ithaa Undersea Restaurant buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga tengah malam. Restoran ini hanya memiliki 14 kursi, jadi apabila Anda ingin bersantap di sini, perlu reservasi terlebih dulu. Jangan lupa, berbusana yang rapi jika ingin bersantap di sini.


Gajumaru Treehouse Diner (Jepang)


Jangan kaget kalau menemukan restoran ini nangkring di atas pohon raksasa. Desainnya memang seperti ini. Pohon yang menopang memang bukan pohon biasa, melainkan bangunan beton yang disulap menyerupai pohon. Sebuah inovasi yang unik untuk sebuah restoran. Restoran Gajumaru terletak disebelah utara bandara Okinawa tepatnya di kilometer 58 dekat pelabuhan Naha.


Terletak di dekat pintu masuk Onoyama Park, Gajumaru Treehouse Diner ini berdiri di atas pohon setinggi 20 meter. Dari sini Anda dapat melihat pemandangan indah dari Pelabuhan Naha dan perkotaan. Nah, untuk naik ke atas, Anda bisa menggunakan tangga spiral di belakang, ataupun elevator yang ada di dalam batangnya. Menarik!

Buat para vegan, restoran ini bisa menjadi surga untuk Anda, karena restoran ini menawarkan makanan organik segar yang langsung dipanen langsung dari sumbernya. Selain masakan Jepang, di sini Anda juga bisa memilih masakan Korea, India, Thailand dan juga China. Harga menu yang disajikan mulai dari 1.000 Yen. Untuk makan siang, Gajamaru buka dari pukul 11.30 hingga 15.30, sedangkan untuk makan malam, buka dari pukul 17.30 hingga 24.00 waktu Jepang.