Memaafkan itu mudah, tapi melupakan itu yang susah. Sepertinya banyak yang berteman dengan kalimat itu. Ya, sebenarnya memaafkan bukan berarti melupakan peristiwa buruk yang sudah terjadi melainkan lebih memberi kesempatan pada diri sendiri untuk menghapus rasa kesal dan dendam pada orang lain. Dengan memaafkan kita sudah melepaskan segala kekesalan dan tekanan yang menimbulkan stres.

Memaafkan kesalahan akan membuat diri kita jauh lebih tenang. Ini berpengaruh juga pada kesehatan, terbukti dari penelitian di University of California, San Diego, Amerika Serikat tahun 2012 mengenai orang-orang yang bisa melepaskan kemarahan dan memaafkan kesalahan orang lain cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.

Bahkan dalam artikel yang dimuat di  Harvard Women's Health Watch, Januari 2005, tertulis bahwa "Memaafkan orang-orang yang menyakiti Anda dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik Anda".
Mereka yang pendendam dan sulit memaafkan orang lain cenderung memiliki penyakit-penyakit seperti jantung, gangguan pencernaan, sesak napas, kanker, turunnya sistem kekebalan tubuh, maag, nyeri kronis pada otot leher dan punggung, serta sulit mengandung. Tekanan darah, denyut jantung, dan kontraksi otot biasanya meningkat ketika seseorang terlibat konflik, sehingga risiko serangan jantung dan stroke menjadi lebih tinggi.


Kesehatan Jantung Lebih Baik
Seseorang yang memberi maaf akan merasa lebih rileks menerima kondisinya. Sebuah studi menemukan hubungan antara seseorang yang memaafkan dengan tekanan darah, denyut jantung dan beban kerja jantung. Dalam penelitian di University of Massachusetts terbukti  memaafkan bisa lebih cepat menurunkan tekanan darah . Efek percepatan itu bisa mencapai 20 persen pada wanita, sementara pada pria efeknya lebih kecil.

Mengurangi Rasa Sakit
Orang yang mendendam merasakan tekanan di dalam dirinya sehingga seluruh tubuhnya akan mengalami ketegangan yang berimbas pada organ-organ tubuh. Menurut penelitian Duke University Medical Cente, memiliki hati yang mampu memaafkan dapat menurunkan baik emosional dan rasa sakit pada fisik. Melalui studi kecil pada orang yang memiliki sakit punggung kronis diketahui bahwa mereka yang berlatih meditasi dengan fokus untuk menekan kemarahan bisa mengurangi rasa nyeri.

Lebih Bahagia


Memaafkan cenderung membuat diri Anda bahagia. Pasalnya ketika memaafkan Anda telah melepas banyak beban di hati dan pikiran. Salah satu survey menunjukan orang yang berbicara tentang memaafkan selama sesi psikoterapi mengalami peningkatan kesehatan lebih besar dibanding yang tidak. Ketika Anda rileks Anda akan merasa bahagia dan tidak menutup kemungkinan Anda berumur panjang.