Data yang dilansir oleh Jobstreet pada tahun 2016 mengatakan Indonesia berada di peringkat kedua setelah Filipina sebagai negara di wilayah Asia Tenggara yang memiliki tempat kerja paling membahagiakan. Pertanyaannya, apa indikator seorang karyawan bisa dikatakan ‘bahagia’ bekerja di sebuah perusahaan? Beberapa poin berikut dapat menjadi indikator apakah Anda merasa bahagia bekerja di sebuah institusi.

1. Datang Awal
Hasil beberapa survei mengatakan ketepatan hadir seorang karyawan dapat dijadikan tolak ukur ia bahagia atau tidak berada di sebuah institusi. Datang lebih awal berarti karyawan tersebut sanggup mengatur ritme kerja dan memiliki target tertentu yang harus diselesaikan pada hari itu.
Meski demikian, ada juga karyawan yang datang tepat waktu karena ada maksud lain. Motivasi paling mudah untuk karyawan seperti ini adalah agar uang makan tidak terpotong, atau bisa juga ia memiliki ‘modus’ lain agar dapat kembali ke rumah on-time.

2. Selalu Tersenyum
Tidak bisa dimungkiri bahwa beban kerja antara satu karyawan dengan karyawan lain sering berbeda. Coba ingat kembali, ketika beban kerja sedang menumpuk, apakah Anda menerima beban pekerjaan tersebut dengan senyum atau malah sebaliknya?
Karyawan yang bahagia akan selalu menerima pekerjaan dengan tersenyum. Dalam psikologi, senyum memiliki arti kekuatan yang mampu menggambarkan pribadi seseorang. Senyum pun dapat menimbulkan energi positif yang berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan.


3. Optimistis
Seorang karyawan yang optimistis akan berperilaku positif. Karyawan seperti ini akan memberikan ide-ide yang dapat memajukan perusahaan atau selalu memiliki solusi ketika timbul masalah. Rasa optimistis juga dapat berdampak pada semangat karyawan dan berimplikasi pada kepuasaan kerja seseorang.

4. Energik
Bekerja merupakan rutinitas yang dapat menguras energi. Seseorang yang tidak bahagia akan pekerjaannya tidak akan terlihat energik; berbeda dengan karyawan bahagia yang selalu terlihat energik ketika mendapatkan tugas dan berusaha menyelesaikan tugas tersebut dengan paripurna meski belum sempurna.
Secara fisik, karyawan energik akan terlihat lebih fresh dengan mimik muka selalu gembira. Bisa dibayangkan jika seorang karyawan yang harus bekerja 40 jam dalam seminggu dan tidak merasa bahagia, sangat mungkin karyawan seperti ini akan mengalami depresi.

5. Motivasi
Karyawan yang memiliki motivasi akan tercermin dari bagaimana ia menyelesaikan pekerjaannya. Mereka yang memiliki motivasi pasti akan berusaha memberikan hasil terbaik karena mereka menyadari bahwa hasil yang baik akan berpengaruh terhadap karier mereka. Berbeda dengan karyawan yang sudah tidak memiliki motivasi, tugas tetap akan ia selesaikan tetapi dengan hasil biasa-biasa saja.



6. Menjaga Aset
Ketika karyawan merasa bahagia dan terikat dengan perusahaan, salah satu indikatornya adalah secara sadar mereka berusaha menjaga aset perusahaan dengan maksimal. Hal paling simpel adalah dalam menjaga alat kerja yang biasa digunakan seperti komputer. Apakah karyawan tersebut menggunakan peralatan kantor seperti memperlakukan barang pribadi mereka atau tidak?