Sri Mulyani
Bila ada perempuan yang mampu menguasai keuangan negeri ini, Sri Mulyani orangnya. Lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962, perempuan bernama lengkap Sri Mulyani Indrawati SE, MSc, PhD ini pernah menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kini dia menjabat sebagai Menteri Keuangan pada kabinet reshuffle (2016). Salah satu gebrakannya bersama Presiden Jokowi adalah kebijakan Tax Amnesty.
Kehebatan Menteri Sri Mulyani diakui pula oleh dunia internasional. Dia pernah menduduki jabatan penting di Bank Dunia sebagai Direktur Pelaksana tahun 2010 sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Sri Mulyani juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi Majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi Majalah Globe Asia tahun 2007. Majalah Emerging Markets tahun 2007 dan 2008 memilihnya sebagai Asia’s Finance Minister of The Year.
Sri Mulyani menyatakan menjawab tantangan gender hanya bisa dilakukan lewat profesionalisme. “Buat para wanita yang menghadapi tantangan pembatasan gender, saya ingin menekankan agar mereka terus berusaha sekuat tenaga menembus batasan tersebut. Karena pada akhirnya yang menentukan adalah profesionalitas dan penguasaan pada bidang yang Anda geluti. Hal itulah yang akan menciptakan perbedaan dalam kualitas kerja, bukan gender,” pesannya.
Susi Pudjiastuti
Salah satu menteri yang berhasil mencuri perhatian publik dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi adalah Susi Pudjiastuti yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebelumnya dikenal sebagai pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan Susi Air, Susi dipandang sebagai menteri yang nyentrik dan berani.
Menteri Susi membuat gebrakan luar biasa dengan menenggelamkan kapal ikan ilegal yang masuk ke perairan Indonesia. Dia juga menerbitkan kebijakan untuk melindungi biota laut termasuk meratifikasi Port State Measures Agreement, memperkenalkan ukuran tangkap minimum untuk beberapa biota, melarang alat tangkap yang merusak lingkungan, menetapkan kawasan konservasi perairan, dan mendorong perlindungan spesies laut.
Berkat usahanya ini, Menteri Susi berhasil mendapatkan penghargaan Leader for a Living Planet tahun 2016 dari WWF (World Wide Fund For Nature) atas perannya memajukan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, pelestarian alam laut, dan peberantasan pencurian ikan. Tahun 2017 Menteri Susi mendapat penghargaan 2017 Excellence in National Stewardship dari Peter Benchley Ocean Awards karena mampu mengurus kelautan Indonesia dengan baik.
Berbicara soal kesuksesan, Menteri Susi menekankan pentingnya mencintai pekerjaan. “Cari pekerjaan yang Anda suka. Berkarier, berpikir, bereksplorasi dengan kegembiraan. Kalau Anda gembira, tenaga Anda juga besar. Kalau tenaga Anda besar, Anda akan mencapai hal yang lebih besar. Kalau Anda tidak suka, cari yang Anda suka, belajar yang Anda suka. Kegembiraaan adalah energi.”
Rini Sugiarto
Memberi sumbangan pada bangsa bisa pula dilakukan lewat jalur nonformal seperti Rini Sugiarto. Rini adalah perempuan Indonesia yang sukses menjadi animator kelas dunia. Film The Adventures of Tintin, The Avengers, Iron Man 3, Hunger Games: Catching Fire, Hobbit 1, dan The Dawn of The Planet of The Apes adalah beberapa dari karyanya yang sudah mendunia.
Perkenalannya dengan dunia animator dimulai ketika Rini harus belajar animasi 3D untuk bahan presentasi. Dia akhirnya melanjutkan studi master di Academi of Art University di San Francisco. Sempat bekerja di beberapa tempat sebelum akhirnya diterima di WETA digital milik sutradara terkenal Peter Jackson tahun 2010, The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn merupakan proyek pertamanya. Dalam film ini Rini bertindak sebagai animator dengan andil paling besar, dia mengerjakan 70 shot.
Walau sudah tidak tinggal di Indonesia, tetapi Rini selalu mengamati perkembangan animasi di Indonesia. Dia mengembangkan animasi online, Flash Frame Workshop (FFW) tahun 2013 yang memiliki kelas di tiga bidang yaitu modeling, rigging, dan animasi. Kunci kesuksesan Rini adalah tidak pernah menyerah. “ Never give up, there’s always a way. Always ask for critiques. Itu cara paling gampang untuk memajukan skill kita sendiri.”
Anggun C Sasmi
Indonesia boleh berbangga memiliki penyanyi kelas internasional seperti Anggun C Sasmi. Perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 2025 ini sengaja pindah ke Prancis dan bekerja sama dengan produser Erick Benzi. Anggun berhasil merilis album Snow on The Sahara yang sukses di 33 negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Berkat lagu ini dia menjadi biduanita Indonesia pertama yang menembus tangga musik Billboard pada posisi 16.
Anggun sering berkolaborasi dengan penyanyi internasional seperti Bryan Adam pada konser Natal di Vatikan. Berduet dengan penyanyi rock Italia terkenal, Piero Pelu, dan tampil di Lilith Fair di Amerika. Konsistensi berkarya Anggun sudah diakui secara internasional. Dia berhasil menerima penghargaan bergengsi Chevalier des Arts et Lettres dari pemerintah Prancis dan ditunjuk sebagai juru bicara (PBB) untuk Skim Mikrokredit, sebuah program pengentasan kemiskinan di seluruh dunia.
Walau berpindah kewarganegaraan Prancis, Anggun tetap merasa dirinya orang Indonesia. “Buat saya yang ganti cuma warna buku kecil (buku paspor). Tulang saya tetap putih dan darah saya merah. Saya tetap anak Indonesia,” ucap Anggun dalam wawancara di Kick Andy.
Evvy Kartini
Teknologi tenaga nuklir masih asing di Indonesia tapi negara ini sudah memiliki ahli di bidang ini. Doktor rer. Nat (rerum naturalium) Evvy Kartini dari salah satu dari 10 ahli sejenis ini yang ada di dunia. Evvy dikenal sebagai ilmuwan penemu penghantar listrik berbahan gelas. Evvy menemukan fenomena ini ketika sedang magang di Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman, 1990.
Evvy banyak bekerja sama dengan organisasi peneliti internasional seperti Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO), Japan Proton Accelerator Research Complex (J-Parc), High Energy Accelerator Research Complex (KEK), Japan; Ibaraki University, Japan; Tohoku University, McMaster University, Canada; dan Hahn Meitner Institute, Berlin, Germany. Dia juga menjabat sebagai Presiden INNS (Indonesian Neutron Scattering Society) sejak 2013. Berkat prestasinya yang luar biasa ini Evvy mendapat penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Megawati Soekarno Putri tahun 2002.