Mendobrak Tradisi 

Beberapa tradisi dan kebiasaan dalam masyarakat Indonesia sering tidak menguntungkan dan memarjinalkan perempuan. Pada masanya, Kartini menolak mlaku ndodok (berjalan dengan jongkok) di depan suami dan anaknya. Pada acara perkawinannya pun dia menolak mencuci kaki suaminya karena hal ini menyimbolkan perempuan yang tunduk tanpa syarat pada suami.
Masih banyak kebiasaan dan pandangan di masyarakat modern yang perlu didobrak perempuan Indonesia, bahkan untuk hal terkecil, seperti perempuan tidak perlu bersekolah tinggi karena pada akhirnya harus mengurus keluarga atau perempuan sebaiknya di rumah saja tanpa perlu repot mengembangkan diri. Meneladani Kartini, kita bisa mulai jadi pelopor untuk mendobrak pandangan dan kebiasaan tersebut. Mulailah dari diri sendiri.

Membaca Buku
Salah satu yang membuat Kartini berpikiran jauh ke depan adalah kegemarannya membaca. Dia membaca apa pun. Membaca membuat pikiran Kartini terbuka terhadap ide-ide baru. Dia bisa melihat kalau di luar sana ada kehidupan lebih baik yang bisa diraih oleh kaum perempuan.
Bila kita ingin berpikiran terbuka dan maju, membaca adalah salah satu cara yang sangat mudah dan bisa dilakukan kapan saja. Mulai sekarang budayakan membaca, buat daftar buku yang wajib dibaca. Tidak perlu target muluk-muluk. Hanya dengan satu buku satu bulan, otak akan mendapatkan nutrisi luar biasa.

Menguasai Bahasa Asing
Penguasaan bahasa asing adalah keharusan di era global. Kartini sudah melakukannya sejak dahulu. Selain menguasai bahasa Jawa yang menjadi bahasa sehari-hari, Kartini fasih berbahasa Belanda. Kemampuan ini memudahkannya berkomunikasi dan bertukar pikiran dengan sahabat penanya di Belanda.
Sebagai perempuan Indonesia yang ingin maju, kita wajib menguasai bahasa asing dengan baik. Mulailah menguasai satu bahasa asing untuk memperkaya diri sendiri. Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional yang wajib dikuasai. Kita juga bisa mempelajari bahasa internasional lain yang memiliki banyak pengguna di seluruh dunia, seperti bahasa Mandarin, bahasa Arab, dan bahasa Spanyol.

Menulis
Kartini dikenal karena surat-surat yang dia kirim kepada sahabat penanya, Mr. J.H. Abendanon dan Stella Zeehandelaar. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan kumpulan surat-surat Kartini pada sahabat penanya. Lewat menulis, Kartini mengungkapkan keresahan, harapan, dan ide-idenya terhadap kaum perempuan Jawa kala itu.
Tradisi menulis surat mungkin sekarang sudah langka. Tapi kebiasaan Kartini untuk mengungkapkan pikirannya lewat tulisan bisa tetap dilakukan sampai sekarang. Menulis tidak hanya merangsang otak untuk terus berpikir dan membuat lebih cerdas tapi juga bisa menjadi cara untuk menyebarkan ide-ide positif pada orang lain. Banyak format modern yang bisa digunakan seperti blog, Facebook, Twitter, Path, bahkan Instagram. Mulailah menulis dan sebarkan ide serta pemikiran positif pada perempuan lain.