Melihat fenomena ini, Ve Handojo tidak ingin coffee shop yang menjamur di Indonesia, terutama Jakarta, menjadi tren belaka tanpa latar belakang kultur yang kuat. Bersama rekannya, Hendri Kurniawan, ia ingin menciptakan generasi muda yang tidak hanya mengonsumsi kopi, tetapi juga memiliki ilmu dasar tentang kopi. Apalagi, Indonesia merupakan negara keempat penghasil kopi terbesar di dunia, sayang apabila tidak ada yang bisa mengolah kekayaan alam tersebut dengan baik.
Untuk itu, pada Agustus 2014, Ve dan Hendri sepakat mendirikan ABCD School of Coffee. Sekolah ini didirikan untuk mengajarkan pengetahuan dasar tentang kopi. Penamaan ABCD merupakan singkatan dari A Bunch of Caffeine Dealers. Selain itu, penamaan ABCD juga menggambarkan transformasi ilmu tentang kopi yang disampaikan merupakan ilmu dasar, layaknya huruf A, B, C, D dalam alfabet.
Kurikulum ABCD
ABCD juga merupakan penamaan untuk paket kurikulum yang diajarkan di ABCD School of Coffee. Kurikulum A diartikan sebagai Appreciation Class. Di sini para siswa mulai dikenalkan segala tentang kopi, mulai jenis kopi sampai rasa dan proses roasting-nya. Kurikulum B berarti Brewing Class, mengajarkan sisi teknis sebagai seorang barista, mulai penggunaan alat sampai teknis penyeduhan.
Kurikulum C mempunyai arti Cupping Class. Kurikulum tersebut mengajarkan siswa untuk bisa mencicipi dan membedakan rasa setiap kopi. Terakhir, DE atau Definitive Espresso Class. Bila peserta didik berhasil lulus dari semua kurikulum tersebut, maka sudah layak disebut barista. Sebab, di kelas inilah Hendri dan Ve mengajarkan secara mendetail bagaimana membuat olahan espresso yang baik dan enak.
Menurut Ve, di ABCD School of Coffee, para murid didiknya tidak hanya diajarkan menyeduh kopi, tapi juga diberikan pengetahuan yang mendasar mengenai kopi. Misalnya, perbedaan kopi robusta dan arabika, serta proses pembuatan kopi dari hulu sampai hilir. Ve mengatakan sebagian besar orang yang bersekolah di ABCD School of Coffee ingin membangun coffee shop sendiri dan mau mengetahui ilmu tentang kopi. Dengan demikian, ketika mereka sudah bisa mendirikan coffee shop, mereka mempunyai ilmunya.
Ruang Seduh
Pada awalnya sekolah ini mengambil lokasi di Pasar Santa, Cikajang, Jakarta Selatan. Meski sekolah, tapi ABCD School of Coffee juga menyajikan aneka suguhan minuman kopi seperti espresso, piccolo, cappuccino, dan banyak lagi. Biji yang digunakan kualitas premium, sehingga pengunjung atau peserta didik ABCD School of Coffee jadi terbiasa mengetahui perbedaannya.
Seiring berjalannya waktu, sekolah kopi ABCD School Coffee makin menarik minat berbagai kalangan. Dari yang tidak tahu apa-apa tentang kopi, sampai barista-barista yang mempunyai skill terlatih pun juga tertarik bergabung dengan ABCD School of Coffee.
Saat ini, ABCD School of Coffee sudah tidak melakukan kegiatan lagi di Pasar Santa. ABCD School of Coffee sudah memiliki tempat baru di Jalan RP Soeroso Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat. Ke depannya, Ve berencana mengubah tempat itu menjadi sekolah kopi dengan kapasitas empat kali lebih besar.
Selain itu, ABCD School of Coffee juga berencana membuka konsep Ruang Seduh di dua kota, yakni Jakarta dan Yogyakarta. Konsep ini menurut Ve masih sejalan dengan konsep awal ABCD School of Coffee, yaitu memberikan edukasi tentang kopi kepada masyarakat.
Ve menjelaskan konsep yang diusung oleh Ruang Seduh bukan sebagai coffee shop pada umumnya, melainkan sarana bagi masyarakat maupun pencinta kopi yang ingin belajar untuk menyeduh kopi sendiri. Konsepnya menggunakan ruangan bar yang terbuka, sehingga konsumen bebas mondar-mandir dan bisa berinteraksi dengan barista.
Tidak hanya itu, para konsumen juga bisa mencoba belajar menyeduh kopi dengan bantuan para barista. Pria berkacamata tersebut menekankan kepada seluruh barista di Ruang Seduh untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan para konsumen yang datang ke sana.
Berbagi Pengetahuan ke Petani Kopi
Tidak hanya memperhatikan perkembangan bisnis coffee shop, baik Ve dan Hendri juga ingin memajukan pertanian kopi di dalam negeri, khususnya para petaninya. Ve ingin para petani kopi di Indonesia diberi pengetahuan lengkap tentang kopi, mulai dari cara mengolah lahan, membuat sistem pascapanen yang terstruktur dan higienis, serta memberikan pengetahuan mengenai perkebunan kopi untuk meningkatkan kualitas kopi yang mereka tanam.
Jika metode ini berhasil meningkatkan kualitas kopi yag ditanam para petan, harga biji kopi yang didapatkan akan semakin meningkat sehingga bisa memberi kesejahteraan bagi petani kopi dan menyumbang devisa negara. Selain itu, perkebunan kopi yang dibuat juga bisa diolah sebagai tujuan wisata turis atau sarana edukasi para pelajar tentang kopi.