Beberapa tahun lalu, lupus dipandang sebagai penyakit yang berujung kematian, tetapi sejalan dengan perkembangan teknologi dan pengobatan, kini hampir semua penderita lupus dapat hidup normal. Selain itu, satu cara lain agar penderita lupus tetap hidup normal adalah berdamai dengan penyakit yang belum ada obatnya itu.
Berpikir positif
Pikiran positif akan membuat hati bahagia sehingga memengaruhi kondisi fisik seseorang. Usahakan untuk tetap berpikir positif dan bahagia, cara ini akan banyak membantu secara fisik juga. Hal ini pula yang diterapkan oleh Sinta Ridwan. Perempuan ini menderita lupus sejak tahun 2005 namun bisa menjalani hidup dengan normal karena selalu berbahagia. “Jadi kalau kita sakit, jangan dirasakan kalau kita sakit, tetapi kita harus berpikir sesuatu yang menyenangkan dan terus tersenyum walaupun kita sedang sakit,” ucap Sinta.
Saluri
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Saluri atau periksa lupus sendiri merupakan cara deteksi dini penyakit lupus. Bagi penderita lupus sangat penting mengetahui gejala spesifik yang berkaitan dengan kondisi yang sudah ada sehingga bisa mencegah kondisi lebih buruk yang bisa timbul.
Dengarkan Sinyal Tubuh
Tubuh sering memberi sinyal kita sudah lelah atau tidak. Mengingat daya tahan tubuh penderita lupus lebih rentan dibandingkan yang lain, ketika tubuh sudah merasa lelah, sebaiknya beristirahat untuk memulihkan tenaga. Tidur siang atau mengatur ulang jadwal kerja akan sangat membantu. Ketika sinyal lelah tubuh ini diabaikan pada jangka panjang bisa berakibat fatal.
Kenali Gejala Lupus
Setiap orang memiliki pemicu atau trigger yang berbeda-beda. Penderita lupus perlu mempelajari hal-hal yang bisa menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Berbagai pemicu yang mungkin muncul seperti tingkat stres tinggi, paparan sinar matahari, virus flu, mengonsumsi jenis makanan tertentu. Gunakan diary atau buku catatan untuk mengatur pola makan, olahraga, dan aktivitas sehari-hari.
Berolahraga Teratur
Berolahraga akan meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah otot-otot melemah, dan mudah lelah. Berolahragalah dalam porsi cukup dan pilih yang tidak terlalu menguras tenaga atau high impact. Beberapa olahraga seperti yoga, pilates, dan berjalan sangat cocok dilakukan penderita lupus.
Komunikasi yang Baik dengan Dokter
Hubungan penderita lupus dengan dokter merupakan hubungan panjang dan berkelanjutan. Penting memiliki komunikasi dua arah yang baik antara dokter dan pasien sehingga memudahkan penanganan penyakit ini dalam jangka panjang. Siapkan selalu catatan dan data-data penunjang sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Kurangi Paparan Sinar Matahari
Salah satu pemicu penyakit lupus adalah paparan sinar matahari. Beberapa penderita lupus sangat sensitif dengan sinar matahari tapi ada pula yang cukup toleran dengan sinar matahari. Hindari terpapar sinar matahari dalam jangka waktu lama. Gunakan sunblock. Bagi para perempuan, pilih make up dan foundation yang mengandung sunscreen.
Bergabung dengan Komunitas
Kadang rasa sepi dan tidak memiliki teman sependeritaan bisa menjadi beban yang lebih berat dari penyakit itu sendiri. Penderita lupus sangat disarankan bergabung dengan komunitas lupus. Di Indonesia sudah ada dua komunitas yaitu Care for Lupus Syamsi Dhuha Foundation dan Yayasan Lupus Indonesia.
Selain akan menemukan teman seperjuangan, di sini penderita lupus pun akan mendapatkan banyak informasi penting seputar penyakit ini.