Salah satu kutipan Steve Job paling terkenal adalah “The people who are crazy, they can change the world”. Kutipan ini bagian dari kampanye Think Different milik Apple Inc. pada tahun 1997. Kampanye ini sengaja dibuat untuk membantai kampanye pesaingnya, IBM, yang menggunakan slogan Think.
Aturan Main Sendiri
Think Different atau berpikir berbeda merupakan esensi Steve Job. Pria kelahiran San Francisco, 24 Februari 1955 ini berhasil karena dia berpikir dari sudut pandang yang berbeda dari orang lain, termasuk pebisnis lainnya. Sebagai pelaku bisnis, sejak awal Steve sudah membuat aturan bisnis sendiri. Dia mendobrak aturan-aturan yang sudah ada dan mengubahnya sesuai keinginannya.
Ketika mengembangkan bisnis Apple, komputer yang berjaya kala itu adalah Dell. Pada masa itu setiap toko komputer pasti menjual produk Dell. Tapi Steve tidak mau seperti itu. Dia ingin Apple dijual secara eksklusif. Dia ngotot produk Apple hanya bisa dibeli di Apple Store, dengan harga lebih mahal dari produk sejenis pula. Selain itu, komponen Apple juga dibuat sulit diutak-atik dan tidak sembarang suku cadang bisa digunakan untuk Apple.
Keputusan itu dibuat lantaran Steve sangat paham kecenderungan manusia ingin berbeda dari orang kebanyakan. Status seseorang dipercaya naik beberapa derajat ketika dia mengunakan produk eksklusif. Jadi, semahal apa pun produk Apple, sesulit apa pun barang ini didapat, Steve percaya konsumen tetap mencari. Eksklusivitas dan gengsi yang disandang Apple membuatnya layak untuk itu.
Melihat Ke Depan
Steve tidak hanya seorang inventor tetapi juga seorang visioner. Dia melihat bagaimana teknologi harus dibuat demi kemudahan hidup manusia. Salah satu contohnya adalah ketika dia menciptakan iTune, iPod, dan iPhone. Steve memandang dibutuhkan suatu alat yang lebih ringkas dan sederhana dan segalanya perlu terintegrasi hanya dalam satu sentuhan tangan.
Ketika Steve meluncurkan ide iTune tahun 2001, banyak orang tidak paham. Mengapa musik harus dikumpulkan dalam satu tempat dan dibuat dalam bentuk digital? Pemusik pun menolak lagu mereka diunduh setiap orang dan mereka hanya mendapat bayaran 0,99 sen untuk satu lagu yang diputar.
Pada akhirnya Steve berhasil mendekati label musik dan memasukkan lagu-lagu mereka ke iTune. Kini tak ada satu pun label yang tidak menjual lagu mereka di iTune. Bahkan tingkat kesuksesan sebuah album atau pemusik ditentukan dengan berapa banyak lagu mereka diunduh lewat iTune.
Revolusi dunia musik pun terjadi. Steve Job sudah mengubah gaya hidup kita dalam menikmati musik. Kita tidak perlu lagi ke toko CD. Tinggal unduh lagu dan lagu tanpa batas bisa dinikmati. Pada perkembangannya, iTune tidak hanya memberi kemudahan menikmati musik tapi juga film dan radio tanpa batas.
Inovasi Tiada Henti
Delapan setengah bulan setelah iTune diluncurkan, Steve memiliki inovasi lanjutan. Dia melihat dibutuhkan gawai yang bisa menampung semua lagu yang sudah ada dalam bentuk digital dalam ukuran yang mudah dibawa. Ketika iPod diluncurkan pertama kali, Sir Alan Sugar, pengusaha terkenal, meramalkan iPod sebagai produk sampah. Dalam wawancara di tahun 2005 Alan berkata, “Natal tahun depan, iPod akan mati, tamat, hilang!” Nyatanya ramalan ini salah besar. iPod masih bisa ditemui di pasaran hingga sekarang.
Begitu pula ketika dia menciptakan iPhone. Steve ingin menciptakan ponsel yang bisa mengalahkan kecanggihan Nokia dan Blackberry. Dia ingin menciptakan gawai yang tidak hanya bisa digunakan untuk mendengarkan musik tapi juga untuk menjelajah Internet dan menelepon pada saat bersamaan. Banyak orang tak percaya. Mungkinkah ada satu gawai yang mumpuni seperti itu? Steve kembali berhasil mengubah gaya hidup manusia. iPhone merupakan salah satu produk paling laris dan selalu ditunggu-tunggu.
Steve sudah menyumbang ide-ide gilanya demi kemudahan hidup manusia. Revolusi berpikir dan gaya hidup manusia tercipta berkat produk-produk yang dihasilkannya. Jadi, jangan takut punya ide gila. Bisa jadi di tahun yang akan datang ide itu memberikan sumbangan bagi kemajuan bangsa ini.